Setelah semuanya selesai membaca surat Attakwir berikut terjemahannya, gadis kecil dengan mukena pink terdiam, wajahnya terlihat pucat. "Kenapa, teh? Apa yang sedang teteh rasakan?" perlahan ku usap wajahnya yang dingin, airmata terlihat menggenang di kedua pelupuk matanya yang teduh. "Teteh takut, ketika matahari di gulung, air laut meluap, semua kisah tentang hari kiamat membuat teteh takut, mi." "Lalu, apalagi yang teteh rasakan?" "Teteh ingin menjadi mukmin yang di cintai Allah, mi. Supaya dapat perlindungan Allah." "Subhanalloh, apalagi yang teteh rasakan?" "Teteh ingin berdo'a اللهم اني عبدك وابن عبدك وابن امتك ناصيتي بيدك ماض في حكمك عدل في قضاؤك. اسالك بكل اسم هو لك سميت به نفسك او انزلته احدا من خلقك او استاء ثرت به في علم الغيب عندك ان تجعل القران ربيع قلبي ونور صدري وجلاء حزني وذهاب همي Ya Allah, aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam), dan anak hambaMu yang perempuan (hawa), ubun-ubunku berada ditangan-Mu, hukum-Mu...