Waktu Kita

Sore ini bersama Aufa dan Olin, bertiga menikmati jeruk dan air putih di kamar Aufa. 

"Girls time" katanya sih begitu, tapi malu sudah setua ini di bilang girl mah, janten pasna two girls and Mom, yaaa kurang lebih seperti itu.

Sudah 2 hari ini Aufa lebih pendiam dari sebelumnya, sama seperti saya yang juga lebih banyak diam karena sakit yang kembali menyapa. Tapi sekali lagi, sakit bukan alasan untuk berdiam diri, bukan? Meski ada juga saat dimana tubuh akhirnya ambruk tak dapat berdiri, karenanya selama masih bisa berdiri maka berdirilah ! Selama masih bisa berlari maka berlarilah ! Selama masih bisa memberikan kontribusi yang baik bagi generasi maka lakukanlah ! Dlsb...

Sttt... Seperti biasa, ini bukan gagal fokus :D

Dan tentang Aufa yang menjadi lebih pendiam meski tetap periang dan tidak sependiam mereka yang pendiam, mentadabburi Al Qur'an seringkali membuat dia semakin bertambah 'ayu'.Hee... I mean, efek positif Al Qur'an benar-benar istimewa dalam pembentukan karakter anak, mereka menjadi lebih tenang dan semakin bersemangat untuk fastabiqul khoirot.

Mangga ummahat tiasa di praktekkan di rumah!! Hee..

Dan disinilah kami (sebelum Fillah mengajak Aufa bermain :D ), disini kami berbincang atau tepatnya mendengarkan Olin yang bercerita tentang pengalamannya hari ini : di RA Nurul aulad, bermain bersama teh Adni dan sekolah Diniyah bersama teh Aufa. 

Olin juga bercerita tentang keinginannya untuk membagikan kertas mewarnai yang Abinya buatkan, kepada semua teman dan sepupu-sepupu yang seusia dengannya.
"Gambar ini mau di berikan buat teh adni. Yang ini buat feiza. Yang ini buat Fillah, yang ini buat hafsa...dst." dia sukses membuat kamar ini di penuhi gambar yang dia 'sebar' di seisi kamar, yang dia pilah-pilih untuk dibagikan kepada semua yang dia sebutkan namanya. 

But wait, dia menyebutkan 21 nama, sedangkan kertas bergambar untuk mewarnai itu hanya berjumlah 22 lembar. Berarti dia berencana hanya menyisakan satu untuk dirinya sendiri. Dan saya mulai membayangkan akan seperti apa dia saat dewasa, "semoga sedermawan Aisyah Rodiyallohu 'anha yang membagikan semua uangnya untuk fakir miskin tanpa menyimpan sedikitpun untuk beliau sendiri.
Seperti Abdurahman bin Auf yang membiayai pembelian 30ribu rumah untuk beliau shodaqohkan kepada faqir miskin yang tidak memiliki rumah.

Ah, Nak... Ummi sedang bermimpi tentangmu di masa depan. Semoga Allah memberimu rizki yang barokah. Semoga Allah mengabulkan... Saat hujan adalah salah satu saat terkabulnya do'a. Balananjeur sore ini hujan, semoga terkabul do'a ini karena ini bukan sekedar mimpi melainkan , do'a dari Ummi yang beberapa hari ini kau panggil Bunda 😁. 

"Aku gajah.. Aku gajah.. "Olin kembali bercerita tentang , penguin, lumba-lumba dan semua hewan yang belum pernah ia lihat secara langsung kecuali melalui video yang di download sulung untuk adik-adiknya from #natgeo.

Aufa tersenyum dengan semua keceriwisan adik semata wayangnya, tidak protes seperti biasanya 😅 Begitupun saya yang menjadi saksi kisah mereka bersama hati yang tersenyum diantara sakit yang menyapa sepulang dari Pagerageung. 

Abdi, #defa_s_hidayat,  sapertos biasa resep curat-coret. Ini jejak kalian, Nak. Jejakmu shalihah, #aufa_9year #olin_6year


13 maret 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bolehkah Salaman?