Mushafnya
Mushafnya kini berjejer bersama Mushaf adiknya dan mushafku (lagi), seolah mimpi ia ada disini, seolah mimpi bahwa rindu kami pernah menjelma sesak dan isak. Hari-hari berlalu, banyak hal yang berubah. Bukan hanya fisiknya saja yang berubah tapi sudut pandangnya terhadap sesuatu pun mulai berubah. Dia bukan lagi gadis kecilku, dia kini sudah bermetamorfosa menjadi gadis remaja yang kadang membuatku tertegun sejenak; benarkah ini dia, gadis kecil yang punya jurus andalan "Abi ngiring." Setiap kali Abi nya menyalakan motor. Dia kini tahu cara mengoperasikan HP. Ya, kami memang keterlaluan, 12 tahun pertamanya bahkan untuk menulis di dinding media sosial pun harus kami yang membuka akunnya dan postinganpun harus atas persetujuanku. Dia hanya tahu cara menulis pesan di WA ataupun cara menulis postingan dan membagi photo di FB, tak lebih dari itu. Kami mungkin keterlaluan hingga saat pertama kali menelpon dari pondok, kami harus berjumpa kenyataan kalau dia tak tahu ...