"Ummi, hari ini teteh jadi pengibar bendera. Teteh kebagian yang bilang begini, bendera telah siap. Teteh tegang, mi." sebelum berangkat ke sekolah di hari Senin, sambil memakai sepatu dia bercerita tentang agendanya nanti di sekolah. "Subhanalloh. Teteh tegang kenapa?" saya pancing dia bicara, curhat. Wanita membutuhkan banyak waktu dan kata untuk bicara, bahkan seusia Aufa pun seperti itu. Dan biasanya wanita, hanya dengan bercerita dan merasa nyaman bercerita, hatinya lebih plong setelah itu. Kadang dia curhat, bercerita tentang sedih atau gundahnya hanya untuk mengeluarkan unek-uneknya, dia akan merasa lebih baik setelahnya meski itu tanpa solusi. Karena itu wanita, membutuhkan seseorang yang bersedia menjadi pendengarnya untuk membuat dia merasa di mengerti. Hanya di dengarkan. Karena saya wanita, meski tidak semua wanita seperti itu, tapi Aufa termasuk salah satu yang seperti saya: butuh bicara dan di dengarkan. Seperti saat itu, saat dia merasa gundah karen...