Buku Harian Aufa
Inilah buku harian Aufa, buku tulis biasa yang disulap menjadi buku catatan harian atau yang lebih kita kenal dengan buku diari.
Seusianya dulu, buku harian saya paling banyak berisi perasaan. Sedih, senang, marah dan harapan semuanya tertulis disana disamping beberapa catatan yang saya kutip dari buku-buku yang saya baca.
Dan diusianya kini, Aufa lebih banyak menuliskan semua kegiatan percobaannya di sertai beberapa catatan kecil lainnya. Kesulitan yang dia hadapi saat menghadapi sesuatu yang dia rasa sulit dan bagaimana dia berusaha mencari jalan keluarnya hingga dengan izin Allah dia keluar dari 'kesulitan' itu.
Bukan hanya orang dewasa yang bertemu kesulitan, anak-anak pun menghadapi kesulitannya sendiri di usia mereka yang mungkin terlihat sepele di mata kita. Jangan Bu, jangan sepelekan perjuangan mereka saat berusaha melewati kesulitannya, tapi temanilah mereka dengan baik dan fahamilah kesulitan mereka hingga mereka bisa keluar dari kesulitan itu sebagai pemenang.
Ada sebuah pepatah yang saya baca di web resminya ponpes gontor yang sering disebutkan oleh Bapak Pimpinan dalam pidato beliau, bil imtihani yukromu-l mar’u au yuhanu, dengan ujian manusia bisa menjadi mulia (dimuliakan) ataupun bahkan bisa menjadi hina (dihinakan)
Kembali tentang buku harian, bagi kami mencatat dibuku harian sangatlah penting dan insyaAllah bermanfaat terutama buat anak-anak. Apa saja manfaatnya? Diantaranya tentu saja sebagai bahan evaluasi diri insyaAllah.
Manfaat lain?
Bunda, menulislah dulu dan Anda akan rasakan manfaatnya insyaAllah!!
Jangan lupa tersenyum, jangan lupa memberi pelukan dan kata-kata yang baik bagi putra-putri kita!
Wilujeng siang :)
#aufa_10year
19 September 2017
Komentar
Posting Komentar