Saat Teteh Terlihat Pucat
Setelah semuanya selesai membaca surat Attakwir berikut terjemahannya, gadis kecil dengan mukena pink terdiam, wajahnya terlihat pucat.
"Kenapa, teh? Apa yang sedang teteh rasakan?" perlahan ku usap wajahnya yang dingin, airmata terlihat menggenang di kedua pelupuk matanya yang teduh.
"Teteh takut, ketika matahari di gulung, air laut meluap, semua kisah tentang hari kiamat membuat teteh takut, mi."
"Lalu, apalagi yang teteh rasakan?"
"Teteh ingin menjadi mukmin yang di cintai Allah, mi. Supaya dapat perlindungan Allah."
"Subhanalloh, apalagi yang teteh rasakan?"
"Teteh ingin berdo'a
اللهم اني عبدك وابن عبدك وابن امتك ناصيتي بيدك ماض في حكمك عدل في قضاؤك. اسالك بكل اسم هو لك سميت به نفسك او انزلته احدا من خلقك او استاء ثرت به في علم الغيب عندك ان تجعل القران ربيع قلبي ونور صدري وجلاء حزني وذهاب همي
Ya Allah, aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam), dan anak hambaMu yang perempuan (hawa), ubun-ubunku berada ditangan-Mu, hukum-Mu berlaku terhadap diriku dan ketetapanMu adil pada diriku. Aku memohon kepadaMu dengan segala nama yang menjadi milikMu, yang Engkau namakan diriMu dengannya, atau yang Engkau turunkan didalam kitabMu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhlukMu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang berada di sisiMu, maka aku mohon dengan itu agar Engkau jadikan Al Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya untuk dadaku, pelipur kesedihanku, dan penghilang kesedihanku."
#aufa_10year
#catatanmaghrib 4 Oktober 2017
Komentar
Posting Komentar