Day 2

Saya lebih suka mengajaknya belajar matematika karena saya menyukainya hahahaha. Kalau mengajar bahasa Arab meski suka tapi dia sudah lebih mahir dari saya. Hmm bukan berarti saya lebih mahir dalam matematika yaa tapi ibu ini masih suka berdebar aja lihat angka teh. Nyatanya kalau bahasa Arab mah jadi kebalik, saya yang mulai belajar darinya.

But 'alaa kulli haal bersama si 14 tahun ini saya belajar kembali banyak hal yang sebenarnya sudah mulai saya lupakan. Tadi saja kembali membedah beberapa soal matematika rasanya bikin jantung berdebar-debar, seneng banget, senang waktu teteh minta diajari dan akhirnya saya kembali membuka memori yang sekarang dipenuhi diksi gerohan sama seuseuhan. Well, ibu-ibu banget kan? But seperti inilah. Kecuali pas diajak ngomongin sejarahmah nyambung banget.

Oh hey, disini bukan sedang berbicara tentang diri sendiri but US teteh. Fokus defa!

Hari kedua ini jadwal matematika dan PKN. Saya ingat dulu kalau mengajari teteh matematika itu sambil diajak main, bikin dia happy sama matematika. Sering berlama-lama di satu bab biar dia beradaptasi disana trus ngolotok dina bab eta. Setelah ngolotok alias benar-benar familiar sama bab itu, baru deh masuk bab lain. Waktu yang dibutuhkan memang relatif lebih lama tapi karena target saya hanya bahwa harus ada materi yang dia fahami melalui saya (Bukan hanya dalam pelajaran matematika namun lebih luas lagi, InsyaAllah) jadi meskipun waktu yang dibutuhkan agak lama pun tak apa.

Intinya sedikit demi sedikit termasuk soal adab dan pengetahuan apapun.

Hmm hari ini sih sebenarnya bukan lagi mengajari tapi menemani, mendampingi dan membersamainya belajar. Kalau masih ada yang belum faham artinya jatah ummi untuk berusaha memberikan pemahaman dan pada Allah kita memohon agar diberikan pemahaman yang baik akan ilmu.

Ngomongin tentang lebih seneng ngajar matematika atau bahasa Arab, itumah hanya pembuka cerita saja karena nyatanya saya sangat menyukai bahasa Arab dan senang saat dia minta ditemani belajar bahasa Arab. Satu hal yang tak pernah berubah dari teteh, dia sangat mencintai bahasa Arab. Alasannya karena Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menggunakan bahasa Arab, itu saja.

Teteh, ma'annajah ya Nak. Yasarallah InsyaAllah.

#ustetehdiscb
#Day2

Balananjeur, Selasa, 19 April 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu Kita

Bolehkah Salaman?