Tidak di Remedial

Sepulang sekolah, dengan wajah berseri-seri dia mengucap salam dengan penuh suka cita.

"Kata pak Agus, teteh satu-satunya siswi kelas empat yang selamat dari remedial uts ipa, Alhamdulillah."

Dia memang tidak terlihat berambisi atas apapun. Baginya mengukir prestasi adalah menjaga akhlaq dan senantiasa belajar tanpa pasang target akan dan harus seperti apa.

Dia memang tidak 'ambisius' dan memasang target atas apapun yang dia jalani. Tak mengenal kamus,'harus dapat nilai segini atau segitu.'
Tak mengenal istilah, 'harus dapat ranking segini.'
Dia hanya tahu cara menikmati prosesnya dengan tetap menjaga apa yang semestinya ia jaga ; akhlaqul kariimah, InsyaAlloh.

"MasyaAlloh Alhamdulillah." dan pelukan hangat jadi hadiah atas usahanya dan kebahagiaannya, saya merasakan kebahagiannya dan ikut bahagia bersamanya.

"Temen2 teteh pada tegang waktu kertas hasil ujiannya mau dibagi. Teteh nggak tegang, teteh yakin hasilnya tidak buruk, jadi tetehmah biasa aja."
Dan saya kembali teringat ucapan seorang narasumber muda di sarasehan kemaren, sarjana hukum dari universitas Indonesia, dia mengatakan bahwa kalau kita yakin pada diri kita, maka akan seperti itulah kita, InsyaAlloh...

Dia kemudian memajang lembar ujiannya di dinding kamar agar nanti bisa dilihat abi nya... 
"Nanti abi akan melihat dengan cara seperti ini." sambil mengira2 cara abinya melihat2 lembar ujiannya.

#aufa_9year

27 September 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu Kita

Bolehkah Salaman?