Sepertinya

"Sepertinya akan banyak remedial." sambil menikmati sop basho ikan yang saya hidangkan sebagai menu makan siangnya, dia bercerita tentang kemungkinan hasil uts nya.

"Teteh memerlukan remedial?" tidak, saya tidak sedang memprovokasi dia untuk say no to remedial. Saya hanya sedang mengajaknya berfikir dan melihat sesuatu dari sudut 'bermanfaat atau tidak'.

Bagaimana kalau dia menjawab tidak penting? Ada saatnya dimana sesuatu yang tidak penting menjadi penting dilakukan: adab.

Akhlaqnya pada gurunya tetap harus lebih di utamakan.

"Kalau kata pak Agus(wali kelasnya) harus di remedial, teteh yakin itu untuk kebaikan teteh."

Sahabat, 
Mendengar jawabannya, entah kenapa saya merasa tenang. Adakalanya banyak hal perlu dilakukan tanpa bertanya, "kenapa saya harus melakukan itu?" itulah mungkin yang dimaksud dengan percaya/yakin, kami dengar dan kami taat.

Kritis? Itupun ada saatnya.

#aufa_9year

1 April 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu Kita

Bolehkah Salaman?