Mata yang Berkabut

Matanya kembali berkabut. 
Pagi ini sepulang dari tadarus di masjid Al Furqon yang dilanjut kegiatan opsih di kelas, di sekolahnya yang terletak tidak jauh dari rumah.

Matanya kembali berkabut.
Pagi ini setibanya di teras rumah dan bertatap muka dengan saya, ibunya. 
Apa seorang ibu sering membuat anak-anaknya menangis? 
Membuat anak-anak bisa menumpahkan segala sesak yang tetiba menyapa, sejak usia kanak-kanak sekalipun?!

Matanya kembali berkabut.
Kemudian mengalir membasahi pipi dan jilbab hitamnya saat dia sampai ke pelukanku yang hanya bisa memeluk dan mengusap lembut kepalanya yang tertutupi jilbab serta punggungnya, dengan sedikit menerka, "apa tentang kunci kelas lagi?"..

Matanya kembali berkabut.
Kemudian berubah Isak tertahan saat akhirnya dia bercerita tentang kunci kelasnya yang di buka seorang temannya sedang dia masih asyik opsih di kelas,
Dia kembali terisak saat menceritakan waktu akhirnya dia menyadari kunci kelas tidak ada di tempatnya semula...

Kabut dan rintik yang sempat menyapa mata bulatnya mulai bersinar lagi saat dia usai bercerita, usai menumpahkan rasa khawatir...

#aufa_9year

7 Desember 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu Kita

Bolehkah Salaman?