Hatur Nuhun

"Hatur nuhun, ummi." ucap Umar sesaat setelah mengucap salam, saat mendapati nasi, sayur daun katuk, air putih dan tahu bulat request makan siangnya terhidang di meja.

Hati... Mudah sekali membuat bibir mengulas senyum ; bahagia.

Dan saat Aufa berseru girang mendapati tahu bulatnya, "Alhamdulillah... Ummi, ini buat teteh kaan? Hatur nuhun ummi." senyum ini semakin melebar... Yang seluruh pusatnya ada disini, dihati..

Tak perlu penganan mahal untuk membuatnya terlihat mewah dan mengukir senyum. Karena mahal dan mewah sendiri sejatinya bukan hanya sekedar kata orang. 

Bagi Umar dan Aufa yang sama2 menyukai tahu bulat dan sayur daun katuk... Dua makanan itu istimewa dan mewah. Dan mahal selanjutnya adalah senyum yang tak bisa di beli.

Mereka senang dengan sambutan.. Karena itu, agak sulit bagi saya untuk bepergian saat mereka belum sampai kerumah sepulang sekolah.

"Wa'alaikum salam..sayang.." disertai senyuman dan pelukan serta menu makan siang sepertinya bisa mengembalikan energi mereka yang mulai layu sepulang dari sekolah.

"Mi, hatur nuhun." meski tak harus ada ucapan terima kasih untuk suatu tugas yang tersimpan di pundak... Namun tetap saja, bahagia mendengarnya mengucapkan kata-kata seperti itu..
Kata yang sanggup menembus jauh ke ruang hati yang tak terlihat mata...

"Hatur nuhun, bageur.. Alhamdulillah yaa Allah. Semoga langkahmu, nak... Senantiasa berjalan di atas jalan yang lurus. Yaa Allah bimbing dan kuatkanlah mereka! "

#umardanaufa
#umar_11year #aufa_9year

16 November 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu Kita

Bolehkah Salaman?