Bukan Lambat, Hanya Tenang
"Ummi, ada yang bilang ufa lambat dalam berhitung."kata umar suatu sore di bulan januari, beberapa bulan silam tepat di samping rumah saat ummi dan abi sedang ngobrol disana.
Tepatnya bukan lambat, hanya saja Aufa itu anaknya memang saaangat adem. Tidak pernah terburu-buru dalam melakukan sesuatu atau menjawab sesuatu.
Kami tidak akan melihat pancaran semangat dan sorot ghiroh di matanya seperti yang bisa kami lihat dari kakak dan adiknya.
Dia juga tidak biasa berwajah garang atau bersuara sangat keras penuh emosi. Dia sangat lembut, dengan suara lembut dan raut muka berseri disertai senyuman yang setia menemani bibir mungilnya dalam kondisi apapun.
Dia bisa memberi penjelasan yang sangat baik, lancar dan runtut pada adik bungsunya yang selalu memiliki banyak pertanyaan setiap harinya.
Dia melakukan apa yang bisa dan harus dia lakukan tanpa terpengaruh kebiasaan anak-anak lain seusianya.
Makannya apik dan teratur, sikap dan semuanya sangat girly i think.
Dia tidak lambat, dia hanya perlu orang dewasa yang bersedia berlapang dada memberinya waktu lebih untuk mendengarkannya.
Dia berusaha belajar dan mencari ilmu dengan baik, tanpa pernah mengeluhkan kesulitan apapun yang mungkin saja ada pada jalannya... Dan segala hal itu, sebagian dari alasan yang membuat saya dengan yakin mengatakan, "ummi bahagia."
Dia bukan pembaca cepat, tapi dia istiqomah membaca.. Mengambil intisari baik dari setiap bacaannya.
Teteh, ummi sayaaaaang pisan ka teteh...
#aufa_9year
*sebagian buku teteh Aufa
6 September 2016
Komentar
Posting Komentar