Bersalaman

"Ummi, kenapa ummi terus-terusan bersalaman? Ummi kenal sama semuanya? Ummi nggak cape? Teteh mah cape, mi!" hari itu saat ziarah di makam pagerageung, kami memang bertemu banyak orang yang tentu saja tidak semuanya kami kenali. Banyak dari mereka justru orang-orang yang baru kami lihat. Entah karena saya yang jarang keluar atau karena mereka yang memang tidak tinggal di pagerageung.
Hari itu di hari raya, saya salah satu dari sekian banyak orang yang bisa tiba-tiba so' akrab, menyodorkan dua tangan pada perempuan atau menangkupkan dua tangan pada laki-laki sambil mengucap taqobbalallohu minna wa minkum, kullu aamiin wa antum bi khoir. 
Dan hari itu ufa, mulai merasa 'aneh' dengan kebiasaan ibu nya.

Jika ada yang bertanya, "apa yang membuatmu bahagia di hari raya?"
Saya mungkin akan menjawab, "salah satu yang bisa membuat saya bahagia di hari itu adalah saat saya bisa bertemu banyak orang, baik yang saya kenal ataupun tidak, lalu bisa berjabat tangan atau saling menyapa dengan sapaan terbaik, taqobbalallohu minna wa minkum, kullu aamiin wa antum bikhoir. Saat itu, salah satu dari sekian hal yang membuat saya bahagia."

Dan kini, Aufa memberikan pertanyaan yang jawabannya bisa saya ambil dari jawaban itu.

"Apa ummi tidak cape?" dia kembali bertanya. "Teteh mah asa cape, da." dia menambahkan dengan mengutarakan perasaannya. Usianya belum 10 tahun, suatu saat dia akan faham kenapa ibunya sangat bersemangat untuk bisa bersalaman dan memintanya bersalaman dengan sikap terbaiknya... Ya, suatu saat dia akan faham, insyaAllah. 
Suatu saat dia akan mengingatnya, sebagaimana saya mengingat ayah kami yang mengajarkan kami hal serupa; mengucapkan salam pada siapapun yang di temui, bersalaman dan bertanya kabar.

Suatu saat,
Dia akan mengingat dan memahaminya. Dan tulisan ini akan menjadi salah satu dari sekian jejak pengingat antara dia dan saya... 

Nabi Saw bersabda: “Tidaklah dua orang muslim bertemu kemudian berjabat tangan kecuali akan diampuni dosa keduanya selama belum berpisah.” (HR. Abu Daud, Shohih)

Nabi Saw bersabda: “Sesungguhnya seorang mukmin jika bertemu dengan mukmin yang lain, kemudian dia memberi salam dan menjabat tangannya maka dosa-dosa keduanya akan saling berguguran sebagaimana daun-daun pohon berguguran.” (HR. Al Munziri, Shohih)

#aufadanummi #aufa_9year

26 Juni 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu Kita

Bolehkah Salaman?