Apa yang Akan Di Pilih?

"Jadi anak-anakku sayang, apa yang akan lebih kalian pilih, kehidupan di dunia yang sementara, atau akhirat yang kekal?" 

"Akhirat itu, khoolidiina fiiha abada. Umar memilih kehidupan di akhirat, insyaAllah."

"Teteh juga. Teteh ingin berkumpul di syurga bersama ummi, abi, de Olin, aa Quthb, aa Umar, mah Dede, emak, apa Dede, bapak..." dan Aufa pun mulai mengabsen semua orang yang ingin dia jumpai di syurgaNya, harapannya.

"De Olin na main ular tangga sama ummi abi dan semuanya di syurga. Ummi, di syurga boleh main ular tangga?" Olin yang sedang menyukai permainan ular tangga mengikut sertakan si ular tangga dalam obrolan ba'da mengaji malam itu.

"De Olin, de Syurgamah bebaaas apa saja. De Olin mau apa saja pasti tersedia." Umar mengusap rambut Olin, malam itu dia sedang berbaikan dengan adik bungsunya. Biasanya, dia yang selalu 'paling usil' pada adiknya itu.

Surat Almukminuun ayat 1-12 yang kami baca bersama, beserta terjemahannya ba'da Maghrib itu menyisakan ghiroh yang tinggi insyaAllah, pada anak-anak juga pada saya sendiri. Ghiroh dan semangat untuk "Alladziina yaritsuunal firdaus. Hum fiiha khooliduun." (Al Mukminun: 11)

Umar, Aufa, termasuk Olin kemudian bercerita tentang tekad mereka agar masuk ke dalam golongan "Alladziina yaritsuunal firdaus."
Merancang dan membuat rencana serta misi-misi mereka agar sampai pada visi tersebut..
Membingkai harapannya dalam bingkai mardhotillah..
"Ummi, ingatkan dan do'akan kami terus, ya mi!" ucap Aufa dan Umar hampir bersamaan.

"Kita saling mengingatkan dan mendo'akan , ya Nak. ! Semoga Allah Ridho atas niat dan usaha kita!"

Dan malam itu, selepas 'interaksi' kami dengan Al Qur'an, hujan turun dengan deras. 
Dan setiap do'a mengalir deras bersama hujan, pada DIA Maha pengabul do'a, yang Maha Rahman yang Maha Rahim.

#umar_11year. #aufa_9year. #olin_6year

12 Maret 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu Kita

Bolehkah Salaman?