VCall Day
Hari ini mungkin akan menjadi hari terakhir VCall an dari ruang isolasi. Teteh terlihat senang dan ceria, ummi senang melihatnya meski tetap saja ada sudut hati yang menatap dalam sendu; rindu menjalani hari di bulan Ramadhan bersama teteh. Tapi melihatmu seceria itu, ummi berusaha mengusap netra yang menderas dan berusaha ikhlas demi kebaikanmu.
"Aufa lebaran di sana ya?" Mamah yang saat itu mengantar nasi bisa berbincang dengan teteh di video call.
"Iya Mah Dede, Ufa lebaran di sini."
"Tetehmah kan mau pulang." Ini mungkin harapan ummi.
"Kata Ummi, Ufa mah mau pulang." Mamah melanjutkan.
"Ufa mau disini bareng sama yang lain, mungkin pulangnya akhir April an." Jawab tetrh.
"Akhir April mah atuh sebentar lagi." Mamah kembali menimpali.
"Aprilnya tahun depan, Mah."
Aduhai!
Apa yang bisa dilakukan ibu yang kehilangan namun ingin anaknya dalam Ridha Allah? Mengikhlaskan dan bersabar. Hanya itu, mudah dalam kata tapi bukan hal yang patut dikeluhkan saat berusaha.
"Teteh sedang membaca sirah Nabawiyah." Dari seberang telpon teteh mulai berkisah.
"Teteh sedang di halaman 394 tentang peristiwa perang Khandaq." Lanjut teteh.
"Apa yang teteh rasakan saat membaca sirah Nabawiyah?"
"Greget pingin kembali ke masa saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ada, Mi." MasyaAllah, berkali ummi bertahmid atas cinta yang melekat. Engkau berbicara seperti itu karena dihatimu ada cinta pada dia sang Rasul junjungan, Nak.
Komentar
Posting Komentar